Selasa, 28 Oktober 2014



1   contoh bidang usaha yang bisa diusahakan oleh pelaku agribisnis.  jenis koperasi yang bisa didirikan oleh pelaku agribisnis dan manfaat yang bisa diperoleh bagi para anggotanya

Berikut ini berbagai bentuk kelembagaan/bidang usaha  dalam sistem agribisnis.
1)                  Kelembagaan Sarana Produksi
Kelembagaan sarana produksi merupakan kelembagaan ekonomi yang bergerak di bidang produksi, penyediaan dan penyaluran sarana produksi seperti: BUMN, Koperasi Unit Desa (KUD) dan usaha perdagangan swasta. Kelembagaan ini pada umumnya melakukan usaha dalam produksi, perdagangan/pemasaran sarana produksi seperti pupuk, pestisida, dan benih yang diperlukan petani.
a)                  Produsen Saprodi
Kelembagaan sarana produksi ini ada yang berfungsi sebagai produsen atau perusahaan yang bergerak dibidang industri pupuk.
b)                  Distributor/penyalur saprodi
Kelembagaan ekonomi yang bergerak di bidang distribusi/penyaluran sarana produksi ini cukup banyak jumlahnya, baik yang berstatus sebagai perusahaan BUMN maupun swasta dan koperasi/KUD. Kelembagaan ini tersebar di semua-sentra produksi tanaman pangan dan hortikultura di daerah.
2)                   Kelembagaan Usaha Tani/Produksi
Kelembagaan agribisnis yang bergerak di bidang usaha tani/ produksi meliputi:
a.       Rumah tangga petani sebagai unit usaha terkecil di bidang tanaman pangan dan hortikultura.
b.      Kelembagaan tani dalam bentuk kelompok tani.
c.       Kelembagaan usaha dalam bentuk perusahaan budidaya tanaman pangan dan hortikultura.

3)            Kelembagaan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil
Kelembagaan yang terkait dengan pasca panen dan pengolahan hasil ini dapat dibedakan antara lain:
a.       Kelembagaan yang melakukan usaha di bidang pasca panen meliputi: Usaha jasa perontokan, Usaha pengemasan, sortasi, grading yang dilakukan oleh pedagang dan sebagainya.
b.      Kelembagaan usaha di bidang pengolahan (agroindustri) seperti perusahaan penggilingan industri tepung tapioka, industri kecap, dan sebagainya.
c.       Kelembagaan lumbung desa yang berperan untuk mengatasi masalah pangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan pangan yang sangat mendesak, dimana ketersediaan pangan tidak mencukupi sementara untuk memperolehnya masyarakat relatif tidak memiliki daya beli.
4)          Kelembagaan Pemasaran Hasil
Kelembagaan pemasaran meliputi kelembagaan yang terkait dalam sistem tataniaga hasil pertanian sejak lepas dari produsen sampai ke konsumen. Bidang  pemasaran hasil Pertanian dapat juga bertugas menyelenggarakan pembinaan, fasilitasi dan pengembangan penanganan pasca panen, pengolahan, pemasaran hasil pertanian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.
                     Jenis koperasi yang cocok bagi pelaku agribisnis yaitu koperasi produsen. Koperasi produsen beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan produksi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi anggota dengan cara menekan biaya produksi yang serendah-rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi-tingginya. Untuk itu pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggotanya adalah:
a.       Pengadaan bahan baku. Koperasi menyediakan bahan baku dalam jumlah yang cukup, murah dan dengan kualitas tinggi. Ini bisa dilakukan, karena pembeliannya dalam jumlah besar secara bersama-sama melalui koperasi.
b.      Memasarkan produk anggota. Anggota secara bersama-sama melalui koperasi menjual produk mereka ke pasar. Dengan cara ini koperasi diharapkan dapat menjual produk anggota dengan harga bagus.
Koperasi produsen tidak hanya mengelola barang, tetapi juga jasa yang berkaitan dengan produksi. Contohnya : Koperasi pengemudi taksi.

2.      Diskusikan, apa keuntungan dan kelemahan dari koperasi ekaguna dan serbaguna. Menurut kelompok anda, sifat koperasi apa yang sebaiknya dipilih bagi koperasi yang dibentuk oleh para pelaku agribisnis diatas ?
JAWAB:
Serbaguna/Multiple Purpose
Ekaguna/Single Purpose
Keunggulan:
1.   Pelayanan satu atap (terpenuhi beragam kebutuhan)
2.                  Cukup menjadi anggota satu kopearsi
3.                  Resiko kemacetan koperasi kecil

Keunggulan:
1.                  Manajemen lebih efisien
2.                  Resiko kegagalan lebih kecil
Kelemahan:
1.                  Manajemen sulit
2.                  Resiko unit usaha kecil
Kelemahan:
1.                  Resiko kemacetan koperasi besar
2.     Harus menjadi anggota beberapa koperasi



Sifat koperasi yang sebaiknya dipilih oleh pelaku agribisnis yaitu multiple purpose atau serbaguna, mengingat  rangkaian kegiatan yang terkait dalam sistem agribisnis sangatlah luas, dari mulai subsistem hulu, budidaya, hilir sampai lembaga penunjang. Maka diperlukan kebutuhan-kebutuhan yang beragam pula untuk menunjang kegiatan agribisnis.





3.      Apakah koperasi pelaku agribisnis tersebut perlu membentuk koperasi sekunder ? Apa manfaat koperasi sekunder tersebut bagi para anggotanya ? Berikan  penjelasan
JAWAB:
Kebutuhan manusia semakin meningkat baik jenis maupun jumlahnya, sedangkan kemampuan koperasi primer untuk memenuhi kebutuhan tersebut pasti ada batasnya. Oleh sebab itu, kerjasama dengan koperasi-koperasi lain perlu dilakukan. Ini berarti telah dilakukan integrasi vertikal yaitu usaha untuk menyatukan berbagai kegiatan di bawah satu pola manajemen melalui organisasi tambahan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi yang tidak mungkin dilakukan oleh koperasi primer secara sendiri-sendiri. Dalam rangka integrasi vertikal ini, dapat dibentuk koperasi pusat sesuai dengan pertimbangan kepentingan-kepentingan yang dianggap relevan dengan kebutuhan. Dalam integrasi vertikal, kekuasaan tertinggi berada di koperasi-koperasi tingkat primer melalui rapat anggota yang menetapkan tujuan bersama dan menugaskan kepada badan yang dibentuknya (koperasi sekunder) untuk melaksanakan keputusan-keputusan yang telah dibuat. Pola seperti ini tidak menutup kemungkinan bahwa organisasi tingkat atas atau badan lain yang dibentuknya memperoleh otonomi luas untuk membina organisasi-organisasi tingkat bawah yang membentuknya.
            Berdasarakan fungsi dan peran tersebut maka kehadiran koperasi akan menciptakan berbagai manfaat di dalam perekonomian. Keberadaan sebuah koperasi sekunder akan menyertakan beberapa anggota koperasi baik  koperasi primer ataupun koperasi sekunder. Pada sisi kelembagaan, akan tercipta suatu struktur kelembagaan yang bermanfaat bagi para koperasi anggotanya dan bagi pihak-pihak lain untuk memperoleh akses ke dalam usaha bisnis. Pada sisi produksi dan penciptaan kapasistas produksi nasional, kehadiran koperasi sekunder dan kelembagaannya akan turut berkontribusi meningkatkan produksi dan kapasitas produksi usaha produksi anggotanya. Hal ini kemudian akan berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi nasional. Manfaat lain yaitu terbukanya akses para anggota dan masyarakat luas pada informasi, teknologi bisnis, peningkatan keterampilan, akses kepada pasar baik di dalam negeri maupundi luar negeri, peningkatan modal dan peningkatan pendapatan anggota koperasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar